Selamat Datang di Blog "Sekolah Polisi Negara Purwokerto"
SEKOLAH POLISI NEGARA PURWOKERTO MENDUKUNG SEPENUHNYA "GERAKAN ANTI KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME"

Anda bisa menyampaikan kritik,komentar,saran ,aduan tentang "Korupsi Kolusi dan Nepotisme" kepada kami yang bersifat membangun bisa melalui sarana Email : antikknspnpwt@yahoo.co.id dan Fax : 0281637726

Profile

Foto Saya
Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
1. SPN Purwokerto adalah Unsur Pelaksana dan Unsur Pendukung yang berada di bawah Kapolda dan menyelenggarakan Pendidikan Pembentukan dan Pelatihan Lainnya sesuai Renja atau kebijakan Kapolda dan atau Kapolri. 2. SPN dipimpin Ka SPN bertanggung jawab Ke Kapolda dlm Lakgas sehari-hari dibawah kendali Wakapolda dan dalam hal Pembinaan Prodiklat di bawah Koordinasi Kalemdikpol selaku bin tehnis pendidikan.

Senin, 20 Januari 2014

PEMBUKAAN PROGRAM PELATIHAN TA. 2014
SPN PURWOKERTO POLDA JATENG

Peyematan Peserta Latihan

Pada hari ini senin tanggal 20 Januari 2014 di SPN Purwokerto telah melaksanakan Pembukaan Program Pelatihan, Selaku Irup Kepala Sekolah Polisi Negara Purwokerto Kombers Pol Burhanudin, SIK,MH,membacakan Amanat. Untuk peserta prolat ini terdiri dari Polres Jajaran Polda Jateng dalam rangka Peningkatan kemampuan SDM Polri di Kewilayahan sesuai Prodiklat Polri TA. 2014 dalam mengahadapi Pemilu 2014.

Program Pelatihan ini dilaksanakan dalam satu tahun Kalender dimulai pada hari ini tanggal 20 Januari 2014 berahir s/d tanggal 29 Maret 2014 dan terdiri dari bebarapa fungsi sbb:

NO  FUNGSI                  JENIS LAT      JML PESERTA
1      FT INTELKAM     10                     400 ORANG
2      FT RESKRIM        13                     650 ORANG
3      FT BINMAS            7                     450 ORANG
4      FT LANTAS            4                     200 ORANG
5      FT SABHARA      14                     800 ORANG
6      F. POLAIR               2                    100 ORANG
7      F. PEMBINAAN      8                    400 ORANG
       JUMLAH                58                  3000 ORANG

Peserta prolat ini melaksanakan tugas belajar selama 6 hari kerja. Selama Pelatihan ini para peserta di berikan materi pelajaran sesuai dengan fungsi masing-masing Prolat, dan setelah peserta dapat menyerap pelajaran yang diberikan oleh Gadik, diharapkan setelah selesai Pelatihan ini para peserta Prolat dapat mengaplikasikan di kewilayahan dalam Pelaksanaan tugas.


Rabu, 27 Februari 2013

SPN PURWOKERTO MELULUSKAN BRIGADIR POLGASUM DALMAS TA. 2012/2013 SEBANYAK 500 orang



Pada hari ini tepatnya tanggal 26 Pebruari 2013 Sekolah Polisi Negara Purwokerto telah meluluskan Siswa Diktuk Brigadir Polri Tugas Umum (Dalamas) TA. 2012/2013. Pada Upacara ini Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Drs.Didiek Seotomo,M,M,MHum selaku irup melantik dan menyumpah Siswa Diktuk Brigadir Polri Tugas Umum (Dalamas) TA. 2012/2013 menjadi anggota Polri dan diberikan Pangkat Menjadi Brigadir Dua Polisi.
Siswa yang dididik di SPN Purwokerto seluruhnya sejumlah 500 orang terdiri Pengiriman dari Polda Jateng 335 dan Polda Jatim 143, mereka menempuh pendidikan selama 7 bulan,(28 minggu,1400 JP.
Dengan Pola 3-2-3.
2 bulan : menempuh Pembentukan Dasar Bhayangkara,
3 bulan : menempuh Pembekalan Polisi Pengetahuan  Tugas Umum  Kepolisian
2 bulan : menempuh Pembekalan Kemampuan Dalmas dan Pembulatan

Pada tahap kelulusan mereka yang ditetapkan mendapatkan Predikat Siswa Berprestasi adalah :
1. Predikat Siswa Terbaik adalah Cahyo Dwi Prakoso Nosis 310 Ton IIA2 Nilai 78.00  (Baik)
2. Preikat Siswa Tertabah Rio Pramudinto Utoyo Nosis 031 Ton IA2 Nilai 79,77 (Memuaskan)
3. Predikat Siswa Cendekia Dwi Septian Nosis 240 Ton IC3 Nilai 78.37 (Baik)
4. Predikat Siswa Trengginas Fendi Setiawan Nosis 018 Ton IA1 Nilai 82,10 (Baik Sekali)

Kapolda Jawa Tengah Selaku Irup membacakan Amanat Kapolri Menekankan Beberapa Pesan, Harapan Dan Perintah Bagi Seluruh Brigadir Remaja Untuk Dipedomani Dan Dilaksanakan, Yaitu :

1.     Landasi jiwa pengabdian dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap tuhan yang maha esa, sehingga saudara dapat menampilkan sikap dan perilaku insan bhayangkara yang senantiasa ikhlas dan berakhlak mulia;

2.     Laksanakan tugas dengan penuh komitmen dan rasa tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat yang santun dan bermoral, serta bersikap anti kekerasan serta anti korupsi, kolusi dan nepotisme.

3.      Pegang teguh nilai - nilai luhur yang terkandung dalam tri brata dan catur prasetya. Hormati dan junjung tinggi hak asasi manusia serta hindari perbuatan tidak terpuji yang dapat merusak citra diri dan organisasi polri.

4.  Terus kembangkan kemampuan dan keterampilan diri, sehingga saudara dapat bertumbuh menjadi personel polri yang profesional dan mampu menjawab setiap tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks.

5.   Jadilah agen perubahan di setiap lini organisasi, sehingga kehadiran saudara dapat memberikan kontribusi positif dalam mengkaselerasi program reformasi birokrasi polri yang sedang dilaksanakan saat ini.

Pada Upacara tersebut dihadiri oleh Pejabat Polri Polda Jawa tengah dan Jawa Polda Jawa Timur ,Muspida Banyumas,Rektor PTN dan PTS dan Pejabat  lainya serta Orang Tua Siswa.

Rabu, 17 Agustus 2011

Upacara Peringatan HUT RI ke-66 SPN Purwokerto



Upacara Peringatan HUT RI ke-66 SPN Purwokerto
Purwokerto: Kombes Pol SumitroSelaku Irup mewakili Ka SPN Purwokerto, Rabu (17/8) hari, Selaku Irup pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 tahun.

Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB, dan diikuti peserta Pejabat utama SPN dan Personel SPN Purwokerto dan seluruh Peserta Pelatihan Polri yang ada di SPN Purwokerto.

P
eringatan hari kemerdekaan republik indonesia ke- 66 mengambil tema nasional ”DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945, KITA TINGKATKAN KESADARAN HIDUP DALAM KEBHINNEKAAN UNTUK KOKOHKAN PERSATUAN NKRI, KITA SUKSESKAN KEPEMIMPINAN INDONESIA DALAM FORUM ASEAN UNTUK KOKOHKAN SOLIDARITAS ASEAN”.
Pada upacara Irup HUT ke-66 ini Irup membacakan Amanat Kapolri Pada kesempatan yang baik ini, saya perlu menyampaikan dan perlu mengingatkan, kepada kita semua seluruh jajaran polri untuk selalu tetap menjaga kewaspadaannya, karena permasalahan dari segala bidang kehidupan masyarakat, baik dibidang politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, tidak akan pernah berhenti. Permasalahan yang lebih besar dan berkembang, dimana selanjutnya akan bermuara dan menjadi sumber ancaman yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas, sehingga pada gilirannya akan berpengaruh bagi pencapaian keberhasilan pembangunan nasional. Kita tentu memahami, bahwa dalam mengantisipasi berbagai bentuk gangguan kamtibmas yang mungkin terjadi, kita tidak dapat bertindak sendiri. Pola hubungan kerja sama, koordinasi dan sinergitas yang baik dengan berbagai komponen masyarakat, bangsa dan negara harus dikembangkan agar dapat diwujudkan deteksi dan peringatan dini terhadap permasalahan sosial yang ada. Peran serta masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban hendaknya terus dibangun, dibina dan dikembangkan melalui strategi pemolisian masyarakat, yang dimaksud untuk menggugah kesadaran masyarakat, agar turut bertanggung jawab dan berperan aktif dalam penciptaan keamanan dan ketertiban masyarakat, dalam bentuk kerjasama dan kemitraan dengan Polrin guna mewujudkanmasyarakat yang aman, damai dan bersatu ," ujar Kombes Sumitro.
Setelah menyanyikan lagu bagimu negeri dilanjutkan pembacaan doa  oleh Petugas. Upacara Kehormatan ini selesai pada pukul 08.00 Wib. (jkt)

Selasa, 05 Juli 2011

SEKILAS PERJALANAN SEJARAH KEPOLISIAN DI PURWOKERTO


SEKILAS PERJALANAN SEJARAH KEPOLISIAN DI PURWOKERTO
( Persembahan HUT Bhayangkara ke-65 )


Pendahuluan

     Bangsa yang besar adalah bangsa menghargai jasa pahlawannya, dalam fakta sejarah kota Purwokerto memiliki sumbangsih cukup besar sejak dari awal berdirinya organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia hingga saat ini yang tidak boleh dilupakan oleh generasi-generasi penerus Polri maupun masyarakat dan warga negara Indonesia.


Perkembangan perjalanan sejarah kepolisian di Indonesia sangat sedikit sekali yang di ketahui oleh generasi-generasi saat ini, pada kesempatan HUT Bhayangkara ke-65 ini penulis mengajak untuk mengenang kembali sejarah lahirnya organisasi Polri serta tokoh – tokoh kepolisian yang telah membangun dan membesarkan organisasi Polri khususnya di Purwokerto.

Dalam fakta sejarah kota Purwokerto telah menjadi saksi berdirinya organisasi Polri yang diawali pada tahun 1946 Civil Police yang berkedudukan di Jakarta dibubarkan dan atas saran Kepala Kepolisian Negara (KKN) RS Soekanto kepada Perdana Menteri Sutan Syahrir dan ditetapkan dengan penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/ SD tertanggal 25 Juni 1946 yang mulai berlaku tanggal 1 Juli 1946 menetapkan tanggal 1 Juli sebagai hari keberadaan Jawatan Kepolisian Indonesia langsung dibawah Perdana Menteri dan diperingati setiap tahun sebagai Hari Kepolisian.  

Sejarah Markas Besar Kepolisian Negara RI berpusat di Purwokerto,

   Negara kesatuan Republik Indonesia di Proklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai negara yang berdaulat dalam bentuk negara kesatuan dan berbhineka tunggal ika namun pihak penjajah seperti Belanda, Inggris dan Jepang masih ingin menguasai Indonesia sebagai tanah jajahan sehingga bangsa  Indonesia masih dalam situasi memperjuangkan kemerdekaan yang seutuhnya  hingga mendapatkan pengakuan dunia internasional sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.
 
Pada awal kemerdekaan situasi pemerintahan masih belum stabil begitu juga yang terjadi pada awal tahun 1946 Civil Police dibubarkan, dan Kepolisian di Jakarta diambil alih oleh Pihak Belanda. Para Perwira Polisi Republik Indonesia yang tadinya bekerja pada Civil Police dihadapkan kepada dua pilihan, menggabungkan diri dengan Polisi Belanda atau keluar dari Jakarta. Kemelut yang terjadi antara Kepolisian Republik Indonesia dengan Inggris tidak dapat diredakan meskipun telah dibentuk Civil Police yang merupakan kerjasama untuk mengamankan daerah Jakarta. Karena ruang gerak Jawatan Kepolisian semakin sempit dan keadaan politik tak mengijinkan untuk melanjutkan usaha pemerintahan bagi Polisi Pusat di Jakarta, maka diputuskan oleh KKN RS. Soekanto untuk memindahkan Jawatan Kepolisian Negara dari Jakarta Ke Purwokerto pada bulan Pebruari 1946.

Pada pertengahan tahun 1946, untuk melancarkan pembangunan Polisi RS. Soekanto mengajukan saran pertimbangan kepada pemerintah melalui Perdana  Menteri Sutan Syahrir dan atas saran pemerintah ditetapkan penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/ SD tertanggal 25 Juni 1946 yang mulai berlaku tanggal 1 Juli 1946 menetapkan bahwa  Jawatan Kepolisian Negara dikeluarkan dari lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan dijadikan Jawatan tersendiri yang langsung dibawah perdana menteri, maka selanjutnya tanggal 1 juli ditetapkan sebagai hari keberadaan Jawatan Kepolisian Indonesia langsung dibawah Perdana Menteri dan diperingati setiap tahun sebagai Hari Kepolisian; dengan demikian Jawatan Kepolisian Negara RI memiliki keleluasaan untuk menyusun dan membangun Kepolisian sesuai dengan tuntutan kebutuhan negara yang merdeka dan demokratis.
           
Pada Ensiklopedi Kapolri refleksi Pers 1945-2006 R.S Soekanto Tjokrodiatmodjo (hal 49), dijelaskan ada beberapa kejadian dalam perkembangan organisasi Kepolisian setelah  Kepolisian Negara berpusat di Purwokerto, dalam mencari tempat memindahkan kantor Jawatan Kepolisian tidak menemui kesulitan karena ajudan KKN R. Toti Soebinto mempunyai ayah seorang Patih Banyumas yang berkedudukan di Purwokerto, Kepolisian Negara RI menempati kantor Residen Banyumas sedang keluarga RS. Soekanto menempati rumah di jalan sekolah Purwokerto. Keadaan yang sangat sulit saat itu dengan bermodalkan semangat kerja keras, karena kesulitan gedung tempat bekerja ada bagian-bagian yang tidak dapat disatukan dalam satu kompleks secara horizontal yang terdiri dari Bagian Tata Usaha, Keuangan, Perlengkapan, Organisasi, Pengawasan Aliran Masyarakat dan Pengurusan Kejahatan. Kedududukan Bagian Keuangan terletak di jalan Gereja No.2 Purwokerto dan bagian Organisasi berada di Banyumas.

Untuk pertama kalinya di Purwokerto diadakan Konfrensi Dinas Kepala Kepolisian dan Kepala Penilik Kepolisian, yang diikuti oleh seluruh pejabat kepolisian di Jawa dan Madura dengan menghasilkan suatu kesepakatan guna mencapai suatu Korpsgeest (menyeragamkan nama dan susunan kepangkatan) yang berada ditiap karisidenan serta  persamaan cara bekerja di lingkungan kepolisian.

Langkah-langkah strategis

  Dalam buku biografi Jenderal Polisi R.S Soekanto Tjokrodiatmodjo (1991), langkah-langkah strategis setelah membentuk kantor pusat dan bagian-bagian yang berkedudukan tersebar di Banyumas dan Purwokerto, pendirian lembaga pendidikan di Mertoyudan Magelang, menertibkan tata cara pengangkatan pegawai, menyusun dinas pengawasan aliran masyarakat ( PAM ), membentuk Mobile Brigade (Mobrig) dan menyusun Polisi lalu lintas dengan seragam baru dengan topi helm dari bambu dengan rompi putih.
           
 Kantor – kantor yang berkedudukan di Banyumas dan Purwokerto, antara lain kantor Residen  Banyumas menjadi kantor Kepolisian Negara RI, dan bagian keuangan di jalan gereja No.2 Purwokerto, Selanjutnya dalam perkembangan saat ini kantor Kepolisian Negara RI menjadi SMA Negeri I Purwokerto dan bagian keuangan kepolisian menjadi SMP Bruderan Purwokerto.